manusia menunjukkan ekspresinya dengan emosi: tertawa, gembira, lepas, atau sedih, rapuh, galau, sebel, dan eni oder. sebagai papanarji (baca: paparaji) saya ingin mengangkat satu fenomena dimana manusia mengekspresikan keadaan dirinya secara murni, total. bukan emosi seperti pada sinetron-sinetron: mata melotot, tangan bertolak pinggang, nada bicara bagai melantunkan rock n roll ala kangenband (klo bingung lupain aja, saya jga bingung kok nyantai aja, haha), ole'eh karena itu, dengan bangga dan terharu saya persembahkan:
Jepret Angkot, hohohohohoho......
